Mari mengenal Desa Budaya Lekaq Kidau "Kalimantan Timur"



    Desa Budaya Lekaq Kidau adalah sebuah desa adat yang terletak di Kalimantan Timur, Indonesia. Berikut adalah beberapa paragraf mengenai desa ini. Desa Lekaq Kidau merupakan salah satu kawasan strategis di Kalimantan Timur. Kawasan ini memiliki nilai budaya dan budaya yang sangat tinggi, sehingga menjadi salah satu destinasi wisata yang menarik di provinsi tersebut. Desa Lekaq Kidau terletak di wilayah Kalimantan Timur, yang merupakan provinsi dengan penduduk yang beragam dari berbagai suku bangsa. Desa ini secara administratif disetujui pada tahun 2004 dengan penduduknya yang beragam dan mayoritas Suku Dayak Benuaq. Memiliki 154 Kepala Keluarga dengan jumlah penduduk 685 orang dengan pekerjaan mayoritas petani.

    Desa Lekaq Kidau ini merupakan salah satu desa budaya yang ditetapkan oleh pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara. Masyarakat desa ini memiliki keunikan budaya dan tradisi sosial yang menarik. Salah satu budaya adat yang masih eksis hingga saat ini adalah ketika musim panen tiba.Masyarakat desa akan langsung merayakannya dengan ritual berupa penyembelihan babi lengkap dan selanjutnya ada kegiatan menumbuk beras menggunakan alat yang bentuknya mernyerupai lesung.

    "Pada tahun 2004 ketika ditetapkan sebagai desa budaya banyak ibu-ibu dan orang tua di Desa Lekaq Kidau yang bertelingga panjang, akan tetapi saat ini sudah tidak ada lagi dikarenakan para sesepuh sudah meninggal dunia. Sedangkan untuk generasi yang ada ini kurang simpati untuk membuat telingga panjang, yang seharusnya dilakukan sejak masih kecil" ungkap PJ Kepala Desa Lekaq Kidau kepada Media. Desa Lekaq Kidau tetap melestarikan budaya warisan dan menjalani keseharian Masyarakat desa ini hidup berdampingan dengan segala perbedaan, seperti suku Jawa, Bugis, dan Banjar.


Referensi:
kutairaya.comnews

Riviewsatu.com

youtube.com

Comments

Popular posts from this blog

Tentang Saya

Yuk Simak Hal Menarik dari Program Studi Ilmu Komunikasi UMM

Prestasi UMM: UMM sebagai Anugerah Kampus Unggulan (AKU) 14 kali berturut-turut